JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 1 “ PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT”

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN  1

“ PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT”

 



 

DUSUSUN OLEH :

WISLIANA

(A1C118060)

DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSULRIZAL . M,Si

               
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020


PERCOBAAN I

I. Judul   :                    Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat
II. Hari / tanggal :       Rabu/ 07 Oktober 2020
III. Tujuan      

Adapun tujuan dilakukannya praktikum pada ini yaitu:

1.      Dapat mengetahui dan memahami salah satu reaksi substitusi elektrofilik pada senyawa aromatik

2.      Dapat mengetahui dan memahami sifat kearomatikan dari senyawa aromatic yang tersubstitusi

IV. Landasan Teori

            Asam pikrat adalah senyawa kimia yang mudah terbakar atau flammable ketika dibasahi dengan lebih 30% air, dan tergolong sangat mudah meledak apabila kering dengan air kurang dari 30%. Asam pikrat ini tidak cocok dengan oksidator, agen pereduksi, garam anorganik, logam, alkohol, dan albumin. Sifat asam pikrat ini sangat unik, yaitu bersifat explosive tetapi juga sensitif terhadap gangguan secara tiba-tiba seperti panas maupun gesekan. Ledakan yang dapat ditimbulkan asam pikrat ini dapat melebihi kecepatan maupun kekuatan ledak TNT apabila 2kg asam pikrat padat dijatuhkan dari ketinggian 36cm. Asam pikrat ini juga bersifat racun terhadap semua portal yaitu seperti melalui sistem inhalasi, pencernaan maupun kontak kulit (Riswiyanto, 2009).

 Senyawa aromatik merupakan suatu senyawa hidrokarbon yang memiliki sifat mirip dengan sifat kimia dari benzena. Senyawa hidrokarbon aromatik bila mengalami reaksi, maka reaksi yang akan terjadi cenderung reaksi substitusi elektrofilik. Benzena merupakan senyawa aromatik yang memiliki rumus molekul C6H6. Benzena juga dapat mengalami reaksi substitusi, yaitu seperti reaksi nitrasi yang menghasilkan nitrobenzene, reaksi sulfonasi dan halogenasi yang masing-masing menghasilkan asam benzensulfonat dan seperti bromobenzena. Asam pikrat (2,4,6 –trinitrofenol) merupakan suatu turunan dari fenol. Reaksi pembentukan asam pikrat dari fenol tidak dapat diperoleh secara langsung dari asam nitrat dengan fenol, karena fenol terlalu sensitif terhadap reaksi oksidasi. Untuk memperoleh hasil baik, maka dalam prosedurnya fenol harus terlebih dahulu disulfonasi untuk pembentkan asam 2,-4 disulfonat dan kemudian ditambahkan asam nitrat untuk reaksi campurannya. Gugus asam sulfonat dapat melindungi fenol dari oksidasi dari asam nitrat dan baru kemudian gugus-gugus asam tersebut akan pelan-pelan digantikan oleh gugus nitro. Hasil yang mungkin diperoleh melalui praktikum di laboratorium sekitar 65-70% (Tim Kimia Organik II, 2015).   

Senyawa kimia yang mudah terbakar ketika dibasahi dengan lebih dari 30% air dan tergolong sangat mudah meledak disebut dengan Asam pikrat. Sifat bahan kimia ini sangat unik dan sensitive terhadap panas ataupun gesekan. Asam pikrat sangat reaktif terhadap berbagai bahan misalnya, beton,amina, basa, logam timah, seng , tembaga, serta merkuri. Asam pikrat juga bersifat racun terhadap semua pintu masuk , seperti sistem instalasi, pencernaan maupun kontak kulit (Enri,2010).

Fenol bersifat lebih asam dari alcohol alifatik dimana hal ini dinyatakan pada reaksi fenol dengan NaOH maka fenol dapat melepaskan H+ , pemutusan ini dikarenakan persatuan orbital antara satu-satunya pasangan oksigen dan sistem aromatic,yang mendelokalisasi muatan negative melalui cincin tersebut dan menstabilkan anionnya. Fenol merupakan zat kristal tanpa warna yang memiliki bau yang khas (Darusman,2003:45).

Kondisi optimum pembentukan senyawa kreatinin-pikrat menggunakan Si-FRM tercapai pada konsentrasi asam pikrat 0,035 M, konsentrasi NaOH 3,5%, laju alir flow reversal 5 µL/ detik, laju alir produk ke detektor 20 µL/ detik, jumlah flow reversal 4x, tiga segmen (reagen-sampel-reagen) masing-masing dengan volume 100 µL. Penentuan kreatinin dalam urin menggunakan SI-FRM dapat memberikan hasil dengan akurasi dan ketelitian yang tinggi. Metode ini juga memiliki sensitivitas yang baik dengan LOD sebesar 1,7 5,69 µg/ g serta waktu analisis yang relatif cepat yaitu 5 menit/ sampel (Sabarudin dkk,2012).

V. Alat dan Bahan

5.1 Alat

  • Labu Dasar Datar 1 Liter
  • Corong Buchner
  • Corong Ø 7 cm
  • Balok kayu 10x10x3 cm2
  • Gelas Piala 200 ml

5.2 Bahan

  • 8 gr Fenol
  • 10 ml Asam Sulfat Pekat
  • 30 ml Asam Nitrat Pekat

VI. Prosedur Kerja

  1. Dimasukkan 8gr fenol ke dalam labu dasar datar berukuran 1liter.
  2. Ditambahkan 10ml asam sulfat pekat, lalu kocok sampai timbul panas.
  3. Dipanaskan labu diatas penangas air selama 30 menit, lalu labu didinginkan dalam air es.
  4. Diletakkan labu datar diatas balok kayu dalam lemari asam.
  5. Ditambahkan 30 ml asam nitrat pekat, lalu kocok campuran ini beberapa menit.   
  6. Didiiamkan campuran dan jangan diganggu.
  7. Dipanaskan campuran dalam labu diatas penangas air selama 4,5 jam sambil dikocok.
  8. Ditambahkan 100ml air bila pemanasan telah sempurna.
  9. Didinginkan labu dalam air es.
  10. Disaring kristal yang terbentuk  dengan corong Buchner, lalu cuci dengan air untuk menghilangkan asam-asam anorganik.
  11. Dikristalkan kembali asam pikrat yang terbentuk dalam 90ml campuran etanol dan air dengan perbandingan (1:2) kemudian diuapkan. Selanjutnya, didinginkan untuk mendapatkan kristal asam pikrat yang berwarna ….diperiksa titik lelehnya, tiitk leleh asam pikrat murni adalah ...
  12. Hasil pengamatan


Pertanyaan:

  1. Apa yang terjadi ketika Erlenmeyer yang berisi campuran fenol dan  HNO3 digoncang ?
  2. Mengapa saat fenol direaksikan dengan HNO3 meghasilkan asap berwarna coklat kemerahan ?
  3. Mengapa HNO3 dapat digunakan dalam pembuatan asam pikrat ?

 Video yang terkait:

https://youtu.be/eJNF8zGcthk


Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. saya akan menjawab permasalahan nomor 1 yaitu saat campuran fenol dan asam nitrat (HNO3) digoncang akan terjadi reaksi berupa asam berwarna merah kecoklatan.

    BalasHapus
  3. baiklah saya nabilah zahrah (A1C118026) akan mencoba menjawab permasalahan No. 2 dari wisiana. karena untk mengeluarkan gas yang ada dan HNO3 pekat berperan sebagai pengkontribusi dalam pemberian ionnitronium dan juga agar reaksi nitrasi antara asam p-fenolsulfonat dengan asam nitrat berlangsung cepat karena umumnya reaksi-reaksi organik berjalan lambat dan juga untuk mengeluarkan gas yang terbentuk dari penambahan HNO3 pekat.

    BalasHapus
  4. Baiklah, saya Kelantan (023) akan menjawab permasalahan no.3

    HNO3 digunakan dalam pembuatan asam pikrat karena HNO3 berperan sebagai pengkontribusi dalam pemberian ion nitronium sehingga terjadi reaksi nitrasi antara asam p-fenolsulfonat dengan asam nitrat berlangsung. Fungsi dari penambahan HNO3 untuk penghasil NO2+ yang dipakai untuk reaksi nitrasi.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 12 “Uji Asam Amino dan Protein”

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 11 “Uji Karbohidrat”

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 12 “Uji Asam Amino dan Protein”