JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 3 “Pembuatan Asam Asetil Salisilat (ASPIRIN) ”
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 3
“Pembuatan
Asam Asetil Salisilat (ASPIRIN) ”
DUSUSUN
OLEH :
WISLIANA
(A1C118060)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSULRIZAL . M,Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 3
I.
Judul : Pembuatan
Senyawa Organik Asam Oksalat
II.
Hari/Tanggal : Rabu, 21 Oktober 2020
III. Tujuan : Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini ialah:
- Dapat memahami cara pembuatan asam asetil salisilat dari bahan baku asam salisilat dan asam anhidrat.
- Dapat memahami cara pembuatan asam asetil salisilat dari bahan baku asam salisilat dan asam asetat anhidrat
III. Landasan Teori
Asam
salisilat (o-hidroksi asam benzoat) merupakan senyawa bifungsional, yaitu
sebagai gugus fungsi hidroksil dan gugus fungsi karboksil. Dengan demikian,
dapat diketahui bahwa asam salisilat ini berfungsi sebagai fenol (hidroksi
benzene) dan juga sebagai asam benzoat. Asam salisilat ini dapat mengalami
reaksi esterifikasi baik sebagai asam maupun sebagai fenol. Apabila direaksikan
dengan anhidrida asam, maka akan mengalami reaksi esterifikasi yang
menghasilkan asam asetil salisilat atau aspirin. Jika asam asetil salisilat
direaksikan dengan methanol atau alkohol maka juga akan mengalami reaksi
esterifikasi menghasilkan ester metil salisilat atau minyak gandapura.
Reaksinya sebagai berikut :
Produk
aspirin yang diperoleh, kemudian akan ditentukan kemurniannya dengan
menggunakan metode TLC (Thin Layer Chromatografi) atau disebut juga dengan
kromatografi lapis tipis (KLT) dan titik lelehnya (Tim Kimia Organik II, 2015).
Asam salisilat merupakan Kristal yang mempunyai bobot molekul sebesar 138,123 g/molndengan titik leleh nya 156oC . asam salisilat ini mudah larut dalam keadaan dingin dan dapat melarutkan dalam keadaan panas. biasanya Asam salisilat digunakan sebagai obat-obatan dan intermediet pada pabrik obat dan pabrik farmasi seperti aspirin (Kristian 2007),
Asam
mineral yang kuat sangat mempercepat reaksi dan sering tidak adapemanasan
eksternal, dan substanti tertentu juga dipakai sebagai katalis dimana yang
paling umum menyatu yaitu natrium asetat dan piridin(amina tersier). Gugus
hidroksil fenol yang tidak terpasang jauh lebih cepat dengan anhidra asetat
daripada gugus hidroksil dari air dengan fenolyang akan bersaing. Bila aspirin
ini tertelan masuk kedalam perut sebagaian besar tidak berubah dimana akan
dihidrolisis dalam saluran usus membebaskan bahan aktif, asam salisilat .kita
akanmemanaskan campuran asam salisilat dan anhidra asetat dengan asam sulfat
sebagai katalis. Karena aspirin tidak larut dalam air , dapat diisolasi dengan
penambahan air dingin kedalam campuran reaksi yang diikuti dengan filtrasi
gravitasi (Irwandi,2014).
Aspirin
atau asam asetil salisilat merupakan sejenis obat turunan dari salisilat yang
sering dipergunakan sebagai senyawa penahan rasa sakit, dan anti inflamasi atau
peradangan. Aspirin ini ternyata juga mempunyai efek anti keagulan yang dapat
digunakan dalam dosis rendah dalam waktu yang cukup lama sebagai pencegah
serangan jantung. Aspirin menjadi salah satu obat yang paling umum tersedia di
pasaran. Efek utama yang ditimbulkan aspirin yaitu aspirin ini mampu mengurangi
rasa sakit dibagian kepala dan demam. Namun, aspirin juga memiliki manfaat
kesehatan lainnya seperti menjadi obat darurat untuk menunda serangan jantung.
Namun, aspirin ini juga memiliki efek samping yang buruk bagi tubuh jika
dikonsumsi dalam jumlah berlebih. (George Austin, 1984).
Aspirin atau asam asetil salisilat berwujud berupa kristal putih yang berbentuk seperti jarum. Dalam pembuatan aspirin sebaiknya dalam suasana yang tidak berair agar produk yang dihasilkan lebih baik karena asam salisilat yang terbentuk dengan suasana berair akan terhidrolisa menjadi asam salisilat berair sehingga produk yang dihasilkan kurang baik. Aspirin ini diperoleh dengan melalui proses asetilasi terhadap asam salisilat dengan katalisator H2SO4 pekat. Asetilasi yaitu proses terjadinya pergantian atom H pada gugus –OH dan asam salisilat dengan gugus asetil dari asam asetil anhidrat (Fessenden, 1982).
IV.
Alat dan Bahan
a.
Alat
- Erlenmeyer 100ml
- Batang pengaduk
- Gelas kimia 500ml
- Pipet tetes
- Corong Buchner
- Plat TLC
b.
Bahan
- Asam Salisilat kering 2,5 gram
- Anhidrat asetat 4ml
- Asam sulfat pekat 2 tetes
- Etanol-air 50%
- FeCl3
V. Prosedur Kerja
- Dimasukkan 2,5gr asamsalisilat ,4mlanhidrida asamasetat dan 2 tetes H2SO4 pekat pada labu erlenmeyer
- Diaduk,dan kemudian panaskan padapenangan air dengan suhu 50-60oC selama 15 menit
- Ditambahkan 50ml air dan dinginkan dalam ice bath. Kemudian saring Kristal yang terbentuk dan cuci dengan air dingin
- Rekristalisasi: masukkan produk aspirin yang terbentuk dalam Erlenmeyer , ditambahkan 5ml etanol-air 50% dan panaskan Erlenmeyer diatas hot plate sampai Kristal melarut
- Jika tidak semua kristal melarut, ditambahkan sedikit etanol-air 50% dan tambahkan terus sampai kristaltepat larut
- Jika tetap masih ada residu ,saring larutan dalam keadaan panas menggunkan kertas saring
- Dinginkan filtrate, bila mulai terbentuk Kristal masukkan Erlenmeyer kedalam ice bath selama 15 menit
- Disaring Kristal yang terbentuk menggunakan pmpa isap, cuci dengan air dingin dan biarkan Kristal mongering
- Ditimbang produk yang telah kering , hitunglah % hasilnya dan perlihatkan pada dosen pembimbing
- Tentukan kemurniannya dengan TLC
- Larutkan sedikit produk aspirin yang dihasilkan pada langkah 8 dengan menggunakan etanol-air 50%
- Pada plat TLC yang telah disiapkan, totolkan produk aspirin yang telah dilarutkan tersebut pada garis batas (sebelah kanan) dan totolkan standar asam salisilat yang telah disediakan (sebelah kiri)
- Tuangkan 5 ml eluen (alcohol 95%) kedalam beker gelas 100ml, letakkan plat TLC tersebut (dalam posisi berdiri) kedalamnya dan tutup dengan aluminuim foil
- Hentikan proses elusi bila jarak eluen mencapai batas garis atas ujung plat TLC
- Keringkan plat TLC tersebut dan serahkan ke dosen pembimbing dan identifikasi dengan menggunakan larutan FeCl3
- Gambar dengan menggunakan pensil untukspot/noda yang didapat dan tentukan harga Rf-nya
Adapun
video yang terkait dalam praktikum kali ini yaitu :
PERMASALAHAN :
- Pada saat semua bahan dimasukkan kedalam plat , kemudian terakhir dimasukkan FeCl3. Apa yang terjadi pada larutan tersebut dan apa kegunaan FeCl3 dalam praktikum ini ?
- Pada video diatas , saat asam salisilat direaksikan dengan anhidrida asetat terjadinya reaksi esterifikasi. Mengapa bisa terjadi reaksi esterifikasi ?
- Mengapa pada proses pembentukan asam salisilat (aspirin)ini harus dalam keadaan bebas air ?


Assalamu'alaikum, Saya Wafiqah Alvia (A1C118047) akan menjawab permasalahan no. 3 Pada proses pembentukan asam salisilat (aspirin)ini harus dalam keadaan bebas air, karena aspirin yang terkena air dapat berubah kembali menjadi asam asetat atau unhidra asetat(reaksi reversible). Selain itudalam pencampuran asam salisilat dan anhidrida asetat serta h2s04 erlenmeyer harus dalam keadaan kering sebab bila basah maka campuran akan berwarna hitam(gagal). Terimakasih
BalasHapusBaiklah saya Kelantan (023) akan menjawab permasalahan no.1
BalasHapusLarutan menjadi berwarna ungu. Fungsi dari FeCl3 yaitu untuk mengidentifikasi bahwa produk yang digunakan mengandung asam salisilat. Hal ini dikarenakan asam salisilat mengandung gugus fenol sehingga membutuhkan FeCl3 dalam mengidentifikasinya.
Baiklah saya Nurhalimah (024) akan mencoba menjawab permasalahan saudari Wis no 2 yaitu Pada video diatas , saat asam salisilat direaksikan dengan anhidrida asetat terjadinya reaksi esterifikasi. Mengapa bisa terjadi reaksi esterifikasi ? Baiklah jadi menurut saya itu dikarenakan proses esterifikasi itukan terbuat dari Asam karboksilat direaksikan dengan Alkohol. Dimana pada video diatas itu menggunakan Asam asetat. Asam asetat itu sendiri merupakan asam karboksilat dan tentunya nanti akan dapat terjadi yg namanya proses esterifikasi. Terima kasih
BalasHapus