JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 5 “Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzoil alkohol”
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 5
“Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzoil alkohol”
DUSUSUN OLEH :
WISLIANA
(A1C118060)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSULRIZAL . M,Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN
5
I.
Judul : Pembuatan
Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzoil alkohol
II.
Hari/Tanggal : Rabu, 4 November 2020
III.
Tujuan
Adapun
tujuan dilakukannya praktikum ini ialah:
- Dapat memahami reaksi oksidasi dan reduksi aldehid yang tidak memiliki H alfa.
- Dapat reaksi yang terjadi pada senyawa aldehid akibat penambahan basa kuat.
- Dapat mempelajari cara pembuatan asam benzoate dan benzyl alcohol.
IV.
Landasan Teori
Asam
benzoat dan benzil alkohol adalah salah satu bahan kimia yabg berpotensi dapat
di gunakan sebagai bahan pengawet makanan dan sebagai bahan dasar pembuatan
cat. Dalam pembuatan asam benzoat dan benzil alkohol dapat di buat dengan
reaksi cannizzaro. Dalam reaksi Cannizzaro ini adalah reakai dimana aldehid
tidak memiliki atom hidrogen apabila bereaksi dengan basa kuat mengalami reaksi
Redoks ( Reduksi Oksidasi ) secara serentak atau disproposionasi menjadi
alkohol dan asam katboksilat (Ridwan, 1990).
Pada
percobaan pembuatan senyawa organik asam benzoat dan benzil alkohol ini
dilaksanakan bertujuan agar kita memahami reaksi dari cannizarro. Dan juga agar
kita dapat memisahkan dan memurnikan hasil yang di peroleh dengan metode
destilasi berdasarkan perbedaan titik didihnya. Dalam ptaktikum ini, reakai
cannizzaro dilakukan dengan mereaksikan benzaldehid murni dengan larutan basa
kuat yaitu KOH dengan metode refluks, ekstraksi dan destilasi untuk memurnikan
benzil alkohol berdasarkan perbedaan titik didihnya sehingga diperoleh produk
akhir adalah asam benzoat ya g berbentuk padatan dan benzil alkohol yang
berbentuk cairan (Walangare, 2013).
Asam
benzoate adalah salah satu senyawa organic dengan titik leleh 122-123°
C. senyawa ini berbentuk padat, dan berwarna putih, serta memiliki bau yang
khas.
Sedangkan senyawa benzyl alcohol merupakan senyawa organic yang juga memiliki
wujud padat pada suhu kamar serta tak berbau.
Senyawa
organic asam benzoate dan benzyl alcohol merupakan senyawa yang memiliki bahan
dasar benzaldehid dalam pembuatannya. Benzaldehid yang digunakan dalam
pembuatan asam benzoate dan benzyl alcohol direaksikan dengan basa kuat serta
di panaskan. Senyawa aldehid yang tidak mempunyai hydrogen alfa tak mengalami
reaksi tersebut. Pada penambahan basa kuat senyawa ini akan terjadi reaksi
reduksi yang menghasilkan senyawa alcohol dan garam karboksilat (Tim Kimia
Organik 2, 2015).
Reaksi
cannizzaro dapat dilakukan dengan mereaksikan benzaldehid dan KOH dengan
menggunakan metode refluks, ekstraksi dan destilasi sehingga diperoleh benzil
alkohol yang berbentuk cairan dan asam benzoat yang berbentuk padatan. Prinsip
kerja refluks adalah untuk mengisolasi senyawa yang dihasilkan karena benzil
alkohol bersifat volatil (mudah menguap) sehingga dengan adanya
kondensor refluks yang berbentuk bola-bola maka uap akan didinginkan dan uapnya
jatuh kembali ke dalam labu. prinsip kerja ekstraksi cair-cair yaitu memisahkan
campuran larutan karena adanya perbedaan densitas dan kepolaran (Daintith,
1994).
Ion
karbat merupakan ion yang dihasilkan dari reaksi aldehid yang tidak memiliki
gugus H alfa dengan basa kuat. Apabila ion karbat ini direaksikan lebih lanjut
dengan aldehid, maka akan menghasilkan senyawa β-hidroksi aldehid. Reaksi ini
disebut dengan reaksi kondensasi alcohol. Benzyl alcohol merupakan senyawa
dengan gugus hidroksi yang terikat pada gugus benzyl. Benzyl alcohol memiliki
karakteristik tidak berwarna, dan tidak berbau. Titik didih dari benzyl alcohol
yaitu 205°C
(Underwood, 1987).
Suatu
aldehida aromatic dan alifatik yang tidak meiliki gugus H alfa dapat mengalami
dua reaksi apabila direaksikan dengan NaOH, yaitu reaksi oksidasi dan reduksi.
Menurut Fessenden (1997), bahwa aldehid yang mengalami reaksi oksidasi akan
menghasilkan sebuah produk asam, sedangkan yang mengalami reaksi reduksi akan
menghasilkan suatu produk alcohol primer. Reaksi yang dialami aldehida ini
dinamakan reaksi Canizzaro. Mekanisme reaksi Canizzaro secara umum adalah
sebagai berikut:
Menurut
Kristian (2007), bahwa reaksi pembutan benzyl alcohol dan asam benzoate yang
dapat dilakukan dengan reaksi Canizzaro, menggunakan bahan dasar benzaldehid
dan kalium hidroksida sebagai katalis. Reaksi Canizzaro merupakan reaksi
disproporsionasi seatu aldehida menjadi asam karboksilat dan alcohol primer.
Secara umum pembentukan asam benzoate dan benzyl alcohol adalah sebgai berikut:
V. Alat dan Bahan
5.1Alat
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini ialah:
- Erlenmeyer 250ml
- Pendingin air (kondesor)
- Labu dasar datar 300ml
- Labu destilasi
- Corong pisah
- Thermometer
5.2
Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini ialah:
- 27 gr KOH padat
- 20 ml larutan natrium bisulfat
- 5 gr MgSO4
- 29 ml benzaldehid
- 10 ml larutan natrium karbonat 10 %
- 75 ml asam klorida pekat
- Es batu
- 120 ml eter
VI.
Prosedur Kerja
- Dilarutkan 27 gr kalium hidroksida padat dalam 25 ml air dalam sebuah Erlenmeyer
- Dituangkanan larutan kalium kedalam labu dasar datar yang berisi 29 ml benzaldehid yang baru di destilasi
- Dikocok sampai terjadi emulsi dan diamkan selama 10jam dalam sebuah tempat tertutup
- Ditambahkan air kira-kira 110 ml air untuk melarutkan endapan kalium benzoate yang terjadi
- Dipindahkan larutan tadi kedalam corong pisah, kemudian ekstraksi tiga kali masing-masing dengan 30 ml eter
- Di kocok kuat-kuat dan diamkan sebentar hingga terjadi dua lapisan cairan yaitu larutan dalam eter dan lapisan larutan dalam air.
- Dipindahkan kedua lapisan tadi, kemudian dikerjakan tiap-tiap lapisan tadi melalui proses tertentu
- Dimasukkan kedalam labu destilasi ekstraksi larutan dalam eter (lapisan atas) untukmemisahkan eternya dengan jalan destilasi, sampai volumenya tinggal 300ml
- Di dinginkan sisa destilasi dan aduk beberapa kali masing-masing dengan menambahkan 5 ml larutan jenuh natrium bisulfit, untuk mengusir sisa benzaldehid yang masih ada
- Dicuci dengan 10ml larutan natrium karbonat 10% , kemudian dikeringkan dengan menambahkan 5 gr anhidrida magnesium sulfat
- Disaring dan destilasinya langsung ditampung dalam labu destilasi
- Didestilasi untuk memisahkan eter yang masih ada, dengan memanaskannya diatas penangas air
- Diteruskan destilasi tersebut untuk mendapatkan destilasi benzaldehid pada temperature 200-206oC pada wajan yang bersih dan kering.
- Bila benzaldehid yang ditampung itu tidak pada temperature 200oC, berarti belum murni dan perlu dimurnikan kembali dengan mendestilasi lagi destilasi tersebut
- Bila destilasi ditampung mendekati titik didih benzaldehid, periksa kemurnian dengan dengan melihat indeks biasnya
- Disimpan larutan dalam air(lapisan bawah) yaitu kalium benzoate kedalam satu campuran 75mlasam klorida pekat dalam 75 ml air sambil diaduk
- Ditambahkan 100 gr es . terjadi endapan asam benzoate.
- Disaring dan cuci dengan air kemudian uapkan untuk mendapatkan Kristal asam benzoate , diperiksa titik lelehnya.
Adapun
video yang terkait dalam praktikum kali ini yaitu :
PERMASALAHAN
:
- Dalam pembuatan senyawa organik asam benzoat dan benzil alkohol termasuk jenis reaksi apa?
- Kenapa di perlukan proses ekstraksi dalam percobaan pembuatan senyawa organik asam benzoat dan benzil alkohol?
- Mengapa pada larutan benzil alkohol dalam eter, harus ditambahkan larutan nartrium bisulfit sebelum diperoses lebih lanjut?





baiklah saya firda oetary (021) akan mencoba menjawab permsalahan dari saudari wisliana yang no 1 , adapun jenis reaksi pada pembuatan senyawa organik asam benzoat dan benzil akohol ialah Reaksi Canizzaro dimana reaksi ini merupakan reaksi disproporsionasi suatu aldehida menjadi asam karboksilat dan alcohol primer.
BalasHapusterima kasih
saya Denora Situmorang (056) akan mencoba menjawab pertanyaan no 3, dimana penambahan natrium bisulfit adalah untuk menghilangkan benzaldehid yang masih terkandung. terimakasih
BalasHapusBaiklah saya Khusnul Khotimah (039) akan mencoba menjawab permasalahan no.2
BalasHapusAdapun tujuan ekstraksi dari percobaan ini adalah untuk menarik semua komponen kimia yang terdapat dalam simplisia. Ekstraksi ini didasarkan pada perpindahan massa komponen zat padat ke dalam pelarut dimana perpindahan mulai terjadi pada lapisan antar muka, kemudian berdifusi masuk ke dalam pelarut. Terimakasih :)