LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 1 “ PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT”
LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 1
“
PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT”
DUSUSUN
OLEH :
WISLIANA
(A1C118060)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSULRIZAL . M,Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII.
Data Pengamatan
|
No |
Perlakuan |
Hasil Pengamatan |
|
1 |
Dimasukan 7 ml H2SO4 pada gelas ukur
ke dalam erlenmeyer yang berisi 5 gram penol (Digoyangkan) |
Terlihat bahwa bahan-bahan tersebut
telah tercampur dan bewarna kuning bening |
|
2 |
Dimasukan manik-manik magnetik dengan
sejumput jari tangan (Digoyangkan) |
Warna agak keruh |
|
3 |
Panaskan campuran reaksi tersebut
selama 30 menit |
Terlihat agak mendidih dan pada saat
selesai pemanasan terlihat warnanya dari warna oren ke warna kuning terang |
|
4 |
Direndam campuran reaksi tersebut
kedalam wadah Yang berisi Es |
Warnanya terlihat kuning jernih |
|
5 |
Pada saat didalam es,masukan asam
nitrit sedikit secara perlahan (Dilakukan di lemari asam) |
Terlihat mendidih dan mengeluarkan
asap bewarna coklat pekat yang keluar dair mulut erlenmeyer |
|
6 |
Ditambah lagi sedikit asam nitrit |
Semakin datambah semakin meningkat
tingkat didihnya serta asapnya |
|
7 |
Dipanaskan lagi campuran tersebut
selama 3-4 jam |
Campuran terlihat mendidh |
|
8 |
Tunggu hingga dingin |
Terlihat seperti gumpalan batu |
|
9 |
Pada erlenmeyer Dicuci dengan air
campuran reaksi tersebut yang telah didinginkan kemudian disaring |
Terlihat proses penyaringan |
|
10 |
Dikeringkan |
Didapatkanlah hasil berupa kristal
kuning dari asam pikrat |
VIII.
Pembahasan
Percobaan
kali ini membahas mengenai pembuatan senyawa organik asam pikrat. adapun tujuan
dari praktikum kali ini adalah untuk mengetahui dan memahami salah satu reaksi
substitusi elektrofilik pada senyawa aromatik serta untuk mengetahui dan
memahami sifat kearomatikan dari senyawa aromatik yang tersubstitusi. Pada
percobaan ini dengan menggunakan bahan dasar fenol akan terjadi reaksi nitrasi
dengan pereaksi asam nitrat serta asam sulfat pekat yang berperan sebagai
katalis membentuk senyawa nitrobenzene.
Senyawa
aromatik merupakan salah satu cabang dari senyawa hidrokarbon yang bisa
dikatakan memiliki kemiripan dengan benzena dari segi sifat-sifat kimia.
Senyawa hidrokarbon aromatik biasanya akan cenderung mengalami reaksi
substitusi elektrofilik. Fenol bersifat sensitif terhadap reaksi oksidasi oleh
karena itu reaksi pembentukan asam pikrat dari fenol tidak dapat diperoleh
semata hanya dari pencampuran cara langsung asam nitrat dengan fenol. Langkah
pertama yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang baik adalah terlebih dahulu
fenol di sulfonasi untuk pembentukan asam 2,4 disulfonat dan kemudian sebagai
reaksi campurannya ditambahkan asam nitrat. Gugus asam sulfanilat berperan
sebagai pelindung fenol dan oksidasi dari asam nitrat lalu kemudian asam
tersebut akan pelan-pelan digantikan oleh gugus nitro.
Berikut
mekanisme reaksi yang terjadi :
|
|
|
Gambar
1.Mekanisme Sumber
Gambar http://www.academia.edu/10857048/reaksi_pembentukan_asam_pikrat |
Di
dalam kimia organik gugus oh merupakan pengarah gugus NO2 yang akan
masuk ke dalam fenol menuju posisi orto dan para, karena gugus oh bertindak
sebagai gugus pengaktivasi. Fenol digunakan karena senyawa fenol memiliki gugus
fungsi oh. Selain bertindak sebagai penentu posisi orto dan para gugus OH aku
juga bertindak sebagai pendorong elektron yang nantinya akan mengaktifkan inti
benzena. Asam sulfat pada reaksi tersebut bertindak sebagai reaktan yang akan
melindungi posisi para dan juga untuk menurunkan kreatifan fenol dengan
membentuk 4-hidroksi benzelsulfonat dan sebagai katalis yang dapat Path
mensubstitusi asam nitrat menjadi ion nitronium. Setelah atom hidrogen yang
berikatan dengan cincin benzena terlepas maka asam sulfat akan kembali
terbentuk sehingga warna dari larutan akan menjadi lebih bening yang
mengindikasikan bahwa asam fenol sulfonat telah terbentuk.
Setelah
seluruh gas NO2 hilang,langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah
menambahkan campuran tersebut dengan aquades kemudian didinginkan hingga
terbentuk endapan berwarna kuning kemudian disaring menggunakan kertas saring
dan corong buncer lalu dicuci dengan menggunakan aquades kembali. Fungsi
aquades disini adalah sebagai pelarut yang akan menarik pengotor polar yang
menempel pada kristal asam pikrat sehingga didapatkan kristal yang terbebas
dari zat pengotor. Setelah dirasa hasil saringan benar-benar bersih dari
zat-zat pengotor, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan
rekristalisasi dengan maksud untuk lebih memurnikan kristal. Proses
rekristalisasi dilakukan dengan menambahkan man campuran 10 ml etanol dan dan
20 ml aquades pada hasil saringan. Sebagaimana diketahui proses rekristalisasi
adalah prosespemurnian suatu kristal dengan melarutkan kristal menggunakan
pelarut yang mendekati titik didih kristal tersebut lalu didinginkan kembali
agar terbentuk kristal. Penggunaan air dan etanol didasari dengan alasan bahwa
kedua larutan ini ini memiliki perbedaan kepolaran sehingga dapat menghilangkan
zat-zat pengotor di dalam kristal. Selain itu penggunaan man perbandingan
antara air dan etanol yaitu 1:2 adalah agar kadar air dan etanol tetap stabil.
Setelah kristal didapatkan kembali, langkah yang dilakukan selanjutnya adalah
mengeringkan kristal tersebut kemudian menimbangnya. Kristal yang diperoleh
memiliki warna kuning pucat dengan kuantitas 1,2742 gram.
Berikut mekanisme reaksi yang terjadi pada pembuatan asam pikrat :
|
Gambar
1.Mekanisme reaksi yang terjadi pada pembuatan asam pikrat Sumber
Gambar http://www.academia.edu/10857048/reaksi_pembentukan_asam_pikrat Hasil
yang didapatkan pada praktikum kali ini memiliki keakuratan yang cukup rendah
di mana massa asam pikrat yang diperoleh cukup fluktuatif lebih rendah
terhadap massa fenol yang digunakan, hal ini dapat terjadi diakibatkan oleh
beberapa hal diantaranya kurang sterilnya bahan yang digunakan pada praktikum
ini, kesalahan dari praktikan, serta kesalahan pada saat menurunkan kuantitas
bahan yang digunakan menggunakan perbandingan karena
keterbatasan-keterbatasan pada bahan praktikum.
Pada pembuatan asam pikrat ini terjadi reaksi eksoterm, hal ini dibuktikan
karena sifat asam sulfat yang hidroskopis sehingga menghasilkan panas pada
saat direaksikan dengan fenol. Reaksi eksoterm yang didapatkan ini dapat
dibuktikan dengan reaksi yang terjadi antara fenol dengan asam sulfat pekat
yang menghasilkan asam p-fenolsulfonat. Pemanasan antara asam nitrat
dengan p-fenolsulfonat ini terjadi dengan cepat. Gugus asam sulfonat ini
dapat melindungi fenol dari oksidasi asam nitrat yang akan digantikan dengan
gugus nitro secara perlahan. Asam pikrat ini bersifat eksplosive. Prinsip
kerja yang dilakukan dalam pembuatan asam pikrat ini yaitu fenol akan
dioksidasi dengan asam nitrat dengan suasana asam. Persamaan
reaksi yang terjadi dalam pembutaan asam pikrat ini adalah : C6H5OH+HNO3---->C6H2CH(NO2)3+H2O |
IX.
Pertanyaan Pascapraktek
- Saat penambahan asam nitrat lama kelamaan uap akan menghilang dan proses dilanjutkan dengan pemanasan water bath apa tujuan dilakukan pemanasan water bath tersebut
- Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, jelaskan apa kegunaan asam sulfat pekat
- Jelaskan mengapa larutan yang sudah ditambahkan dengan asam nitrat warna nya coklat saat didiamkan dan didinginkan lalu ditambahkan dengan air mengalami perubahan warna dari coklat menjadi kuning dan berkristal
X.
Kesimpulan
- Reaksi terpenting dikelas ini adalah nitrasi aromatic, halogenasi aromatic, sulfonis aromatic dan asillasi serta alkilasi. Dimana reaksi utama dalam kelompok substitusi elektrofilik, sangat penting dalam kimia organik,baik dalam industry dan laboratorium. Reaksi ini memungkinkan pembuatan senyawa-senyawa aromatic tersubstitusi oleh berbagai gugus fungsional
- Asam pikrat adalah hasildari reaksi fenol dengan asam nitrat melalui proses nitrasi ,sehingga asam pikrat ini adalah turunan dari fenol . memiliki sifat kearomatikan yaitu :siklik,mudah menuap, mudah larut dalambeberapa pelarut organic nonpolar.
XI.
Daftar Pustaka
Darsman.2003.Kimia
Organik Jilid 3. Jakarta:Erlangga.
Enri
Damanhuri.2010.Pengelola Bahan Berbahaya dan Beracun.Bandung: Institut
Teknologi Bandung.
Riswiyanto.2009.Kimia
Organik.Jakarta:Erlangga..
Sabaruddin,
dkk. SEQUENTIAL INJECTION-FLOW REVERSAL M IX ING (SI-FRM ) UNTUK PENENTUAN
KREATININ DALAM URIN. Jurnal MIPA. ISSN 0215-9945.
Tim
Kimia Organik.2015.Penuntun Praktikum Kimia Organik 2.Jambi:Universitas Jambi.



Baiklah saya Kelantan (023) akan mencoba menjawab pertanyaan no.2
BalasHapusAsam sulfat pekat digunakan sebagai katalis asam dalam pembuatan asam pikrat, yang mana Fenol akan bereaksi dengan asam sulfat terlebih dahulu sebelum direaksikan dengan asam nitrat. Ketika dicampurkan dengan asam nitrat, asam sulfat akan berperilaku sebagai asam sekaligus zat pendehidrasi, membentuk ion nitronium NO2+, yang penting dalam reaksi nitrasi yang melibatkan substitusi aromatik elektrofilik. Reaksi jenis ini sangatlah penting dalam kimia organik seperti pembuatan asam pikrat.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussaya akan menjawab permasalahan wisliana nomor 1 menurt saya hal ini dilakukan agar reaksi nitrasi antara asam p-fenolsulfonat dengan asam nitrat berlangsung cepat karena umumnya reaksi-reaksi organik berjalan lambat.
BalasHapusbaiklah saya nabilah zahrah (A1C118026) akan mencoba menjawab permasalahan wisliana pada No.3. larutan yang sudah ditambahkan dengan asam nitrat warna nya coklat saat didiamkan dan didinginkan lalu ditambahkan dengan air mengalami perubahan warna dari coklat menjadi kuning dan berkristal karena Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan seperti yang kita tahu bahwa tanda suatu zat bereaksi yakni salah satunya adalah terjadinya perubahan warna dimana senyawa kimia disini memiliki kecenderungan untuk dapat menyerap dan memancarkan warna. Dan kemampuan menyerap serta memancarkan warna disini sangat spesifik pada berbagai zat. terima kasih.
BalasHapus