JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 9 “Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid)”

  JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN  9

“Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid)”

 

 

DUSUSUN OLEH :

WISLIANA

(A1C118060)

DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSULRIZAL . M,Si




               
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020



PERCOBAAN 9

I. Judul                : Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid)

II. Hari/Tanggal : Rabu, 25 November 2020

III. Tujuan          : Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini ialah:

Dapat menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya flavonoid

Dapat mengenal sifat-sifat kimia flavonoid melalui reaksi-reaksi pengenalan

 

IV. Landasan Teori

Senyawa flavonoid adalah senyawa polifenol yang memiliki 15 atom karbon yang tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6 yaitu 2 cincin aromatik yang dihubungkan oleh 3 atom karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga. Flavonoid terdapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan. Golongan flavonoid dapat digambarkan sebagai deretan senyawa C6-C3-C6 yang artinya kerangka karbonnya terdiri atas 2 gugus C6 (cincin benzena tersubstitusi) disambungkan oleh rantai alifatik 3 karbon.Tumbuhan yang mengandung flavonoid banyak dipakai dalam pengobatan tradisional. Hal tersebut disebabkan flavonoid mempunyai berbagai macam aktivitas terhadap macam-macam organisme. Penelitian farmakologi terhadap senyawa flavonoid menunjukkan bahwa beberapa senyawa golongan flavonoid memperlihatkan aktivitas seperti antifungi,diuretik, anthistamin,antihipertensi, antiinsektida, antivirus dan menghambat kerja enzim. Flavonoid merupakan kandungan khas tumbuhan hijau dan salah satu senyawa aktif yang menjadi penelitian peneliti dalam mengembangkan obat tradisional Indonesia. Hal penting dari penyebaran flavonoid dalam tumbuhan adalah kecenderungan kuat bahwa tumbuhan yang secara taksonomi berkaitan akan menghasilkan flavonoid yang jenisnya serupa. Jadi informasi tumbuhan yang diteliti seringkali didapatkan dengan melihat pustaka mengenai flavonoid terdahulu dalam tumbuhan yang berkaitan, misalnya dari marga atau suku yang sama (Tim Kimia Organik II, 2020).

Metabolit sekunder pada tanaman telah diketahui memberikan efek farmakologis, diantaranya antioksidan, sitotoksik, antimikroba dan antivirus (Hassanein et al., 2015). Salah satu metabolit sekunder yang penting pada tumbuhan adalah flavonoid yang merupakan turunan dari 2-phenyl-benzyl-γ-pyrone dengan biosintesis menggunakan jalur fenilpropanoid. Flavonoid pada tumbuhan berperan memberi warna, rasa pada biji, bunga, dan buah serta aroma (Mierziak et al., 2014), serta melindungi tumbuhan dari pengaruh lingkungan, sebagai antimikroba, dan perlindungan dari paparan sinar UV. Dalam bidang kesehatan, flavonoid berperan sebagai anti bakteri, anti oksidan, anti inflamasi, dan anti diabetes (Panche et al., 2016).

Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder penting pada tumbuhan. Secara umum klasifikasi flavonoid terdiri dari flavon, flavonol, flavanol, flavanone, ansotianidin, dan kalkon. Klasifikasi flavonoid ini tergantung pada perbedaan substitusi struktur flavonoid dan perbedaan ini menyebabkan aktivitas farmakologi yang beragam. Perbedaan aktivitas farmakologi flavonoid diantaranya adalah sebagai anti-inflamasi, anti-oksidan, anti-diabetes, dan anti-bakteri. Pada studi pustaka ini akan dibahas aktivitas farmakologi potensial flavonoid sebagai anti-oksidan. flavonoid mempunyai banyak aktivitas farmakologi dengan masing-masing mekanisme aksi terutama sebagai anti oksidan dengan mekanisme pemecahan radikal bebas. Dengan dasar struktur flavonoid yang dapat melakukan donor hidrogen pada radikal bebas menjadikannya potensial sebagai anti-oksidan dibandingkan aktivitas farmakologi lain. Kedepannya diharapkan dengan kapasitas in vitro dan in vivo flavonoid yang potensial sebagai antioksidan dapat dikembangkan pada industry obat dan makanan sebagai produk dengan kemampuan mencegah radikal bebas (Faizal, 2018).

Flavonoid dibagi menjadi beberapa subkelompok berdasarkan substitusi karbon pada gugus aromatik sentral (C). Subkelompok tersebut adalah: flavon, flavonols, flavanone, flavanol/ katekin, antosianin dan kalkon (Panche et al., 2016).

Flavonoid merupakan kelompok polifenol dan diklasifikasikan berdasarkan struktur kimia serta biosintesisnya (Seleem et al., 2017). Struktur dasar flavonoid terdiri dari dua gugus aromatik yang digabungkan oleh jembatan karbon (C6-C3-C6) (Uzel et al., 2005). Flavonoid diklasifikasikan sebagai flavon, flavanone, flavonol, katekin, flavanol, kalkon dan antosianin (Panche et al., 2016). Pembagian kelompok flavonoid didasarkan pada perbedaan struktur terutama pada substitusi karbon pada gugus aromatik sentral dengan beragamnya aktivitas farmakologi yang ditimbulkan (Wang et al., 2018).

Flavanon merupakan flavonoid yang paling banyak terdapat pada famili Compositae, Leguminosae dan Rutaceae. Senyawa itu terdapat pada akar, batang, bunga, buah, biji, dan rizoma (Brodowska, 2017). Senyawa flavanol diantaranya adalah naringin, naringenin, ponkiretin, pinocembrin, dan lonchocarpol A (Cushnie and Lamb, 2005).

V. Alat dan Bahan

5.1 Alat

  • Erlenmeyer 250 ml
  • Gelas Kimia 200 ml
  • Lumpang
  • Gelas Ukur

5.2 Bahan

  • Pereaksi Dragendorft
  • Klorofm
  • NaOH padatan
  • Tabung reaksi 20 bh
  • Pereaksi Meyer
  • Etanol
  • Iodine
  • Plat Tetes
  • Pereaksi Wagner
  • Metanol
  • Brusin
  • Pipet Tetes
  • Shinoda
  • Heksan
  • KI
  • Corong Gelas

VI. Prosedur Kerja

  1. Sebanyak 0,5 gram simpilsa tumbuhan yang telah dihaluskan diekstraksi dengan 10 ml etanol panas selama 5 menit dalam tabung reaksi.
  2. Hasil ekstrak disaring dan filtratnya ditambahkan beberapa tetes HCl pekat
  3. Tambahkan beberapa tetes HCl pekat
  4. Selanjutnya ditambahkan lebih kurang 0,2 gr bubuk magnesium
  5. Apabila timbul warna merah tua maka menandakan contoh mengandung flavonoid. (Cara uji teknik shinoda (Mg + HCl))
  6. Adapun cara lain pada pengujian flavoboid yakni dengan menambahkan ekstrak etanol diatas dengan 2 tetes NaOH 10%.
  7. Jika terjadi perubahan warna kuning-orange merah maka senyawa mengandung flavonoid
  8. Amati hasil percobaan

LINK VIDEO PERCOBAAN:


Permasalahan

  1. Apa fungsi HCl dalam percobaan Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid)?
  2. Apa fungsi NaOH dalam percobaan Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid)?
  3. Bagaimanakah (Cara uji teknik shinoda (Mg + HCl))?




Komentar

  1. Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 1.
    Menurut saya fungsi penambahan HCl dalam percobaan Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid) adalah sebagai katalis untuk mempercepat terjadinya reaksi.

    BalasHapus
  2. baiklah saya nabilah zahrah (026) akan mencoba menjawab permasalahan wisliana No. 2. penambahan NaOH pada percobaan ini ialah untuk mempercepat terjadinya reaksi sehingga reaksi berjalan lebih maksimal. terima kasih.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya akan menjawb nomor 3.menurut saya dengan cara mencampurkan HCl dengan mg terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 12 “Uji Asam Amino dan Protein”

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 11 “Uji Karbohidrat”

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 12 “Uji Asam Amino dan Protein”