LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 4 “Pembuatan Senyawa Organik Asam Oksalat Ester Metil Salisilat (Minyak Gandapura)”

 

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN  4

“Pembuatan Senyawa Organik Asam Oksalat Ester Metil Salisilat (Minyak Gandapura)”

 



 

DUSUSUN OLEH :

WISLIANA

(A1C118060)

DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSULRIZAL . M,Si

               
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020



VII. Data Pengamatan






VIII. Perhitungan









IX.    Pembahasan

Pada percobaan kali ini yaitu tentang pembuatan senyawa organik ester metil salisilat atau minyak gandapura. Tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu agar dapat mengetahui dan memahami cara pembuatan minyak gandapura secara sintetis dari asam salisilat dan methanol serta agar dapat mengetahui jenis reaksi sintesis pembuatan minyak gandapura. Minyak gandapura bisa dikatakan sebagai minyak gosok yang mampu meringankan rasa nyeri atau linu pada tulang dan tidak mempunyai efek samping yang serius bagi kulit. Komponen utama dalam minyak gandapura adalah senyawa metil salisilat yang kandungannya dapat mencapai 98%. Metil salisilat ini dapat dibuat atau disintesis dengan cara melalui reaksi esterifikasi antara metanol dan asam salisilat dengan bantuan H2SO4 sebagai katalisator dan akan menghasilkan minyak gandapura. Asam salisilat ini merupakan suatu bahan yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari karena dilihat dari fungsinya yaitu asam salisilat ini dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan antiseptik, analgesik, maupun sebagai bahan untuk keperluan farmasi. 

Dimasukkan ke dalam labu 3 gram asam salisilat + 10 ml  metanol + 1,5 ml H2SO4 Untuk terjadinya reaksi Esterifikasi. Penggunaan asam sulfat ialah sebagai katalis yang mempercepat reaksi. Disiapkan kondensor dan panaskan rekflus selama 90  menit refluks untuk mereaksikan dengan sempurna dari 2 campuran tersebut sehingga dapat bercampur dengan baik. Distilasi kelebihan metanol (Catatan: jika suhu turun menjadi sekitar 60 ° C, hentikan) untuk memurnikan bentuk cair di titik didihnya dan menghasilkan larutan berwarna keruh. Cuci produk dengan 25 ml air suling dan masukkan pada corong pisah lalu goncang dengan kuat sampai terbentu 2 lapisan dan sesekali buka keran corong pisah Untuk memisahkan larutan menjadi 2 lapisan yakni ester dan air guna membuka keran corong pisah ialah untuk mengeluarkan gas berlebih Terdapat 2 lapisan larutan. Yang atas keruh seperti air cucian beras dan yang di bawah keruh kekuningan. Pisahkan ke2 larutan, ambil yang dibawah saja dan masukkan pada gelas kimia menghasilkan Warna larutan keruh. Lanjutkan membilas dengan 5 ml air suling, 5 ml larutan NaHCO3 jenuh, dan 10 ml air suling di dalam corong pisah Agar pH larutan 7 menghasilkan Warna larutan sedikit agak jernih. Tambahkan dengan NaSO4 anhidrat Untuk mengentalkan larutan larutan menjadi kental. Jika produk keruh, panaskan dalam bak air untuk Menjernihkan larutan dan didapatkan larutan jernih. Selanjutnya diukur hasil yang didapat dan kemudian didapatkan hasil sebanyak 2 mL.

 

X. Pertanyaan Pasca Praktikum

  1. Kenapa perlu dilakukannya penutupan pada celah kondensor dengan menggunakan aluminium foil?
  2. Maksud dengan adanya penambahan NaHCO3 pada praktikum ini adalah  ?
  3. Kenapa pada saat larutan di masukkan kedalam corong pisah dengan adanya penambahan air harus di kocok kuat-kuat ?

 

 

XI. Kesimpulan

  1. Reaksi esterifikasi adalah reaksi yang mereaksikan sebuah devirat asam karboksilat (asam salisilat) dan alcohol primer (methanol) pada suasana asam dengan katalis H2SO4 dengan suhu yang tinggi untuk menghasilkan senyawa utama berupa ester dan produk samping berupa air
  2. Metil salisilat dapat diperoleh dari sintesis asam salisilat dengan methanol dengan bantuan H2SO4 pekat berdasarkan prinsip reaksi esterifikasi

 

XII. Daftar Pustaka

Apryanti. 2016. Sintesis Metil Salisilat. Malang: Universitas Brawijaya.

Bachtiar. 2014. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga.

Fahmi. 2018. Peningkatan Produktivitas dan Perekonomian Minyak Gandapura (Gaultheria Fragantissima) dengan menerapkan mesin Ekstraktor Inaktivasi enzim Gaultherase. Abadi Insan: Universitas Mataram.

Firdaus. 2009. Teknik Laboratorium dan Penuntun Praktikum Kimia Organik. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Irwandi. 2014. Experient’s of Organic Chemical. Jakarta: UIN Press.

Riswiyanto. 2009. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga.

Tim Kimia Organik, 2015. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi.

 

Komentar

  1. Baiklah terimakasih disini saya ingin mencoba menjawa permasalahan nomor 3.menurut saya agar larutan emulsi yang terdapat dalam corong pisah dapat terpisah sehingga didapatkan hasil larutan atas dan larutan bawah yang mana larutan atas ..terimakasih

    BalasHapus
  2. baiklah saya nabilah zahrah (026) akan mencoba menjawab permasalahan wisliana No. 2. penambahan NaHCO3 adalah agar pH larutan 7 menghasilkan Warna larutan sedikit agak jernih. terima kasih.

    BalasHapus
  3. Baiklah, saya Wafiqah Alvia A1C118047 akan menjawab permasalahann no 2
    Jadi fungsi penutupan pada celah kondensor dengan menggunakan aluminium foil adalah, agar tidak ada udara yang masuk dalam kondensor. Dan suhu dalam kondensor juga stabil tanpa adany udara yang keluar masuk dari celah tsb. Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 12 “Uji Asam Amino dan Protein”

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 11 “Uji Karbohidrat”

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 12 “Uji Asam Amino dan Protein”