LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 11 “Uji Karbohidrat”
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 11
“Uji Karbohidrat”
DUSUSUN OLEH :
WISLIANA
(A1C118060)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSULRIZAL . M,Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII.
Data Pengamatan
8.1
Uji Molisch
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Digerus masing-masing bahan
(1.terasi ,2. Otot bandeng ,3. Ikan bandeng 4. Ikan rebus ) dengan
menggunakan mortal lalu ditambahkan air aquades |
Tujuan menggunakan mortal
untuk memperhalus sampel. Tujuan diberikan aquades untuk melarutkan sampel. |
Gelas kimia 1 Sampel berwarna coklat
susu. Gelas kimia 2 sampel berwarna bening Gelas kimia 3 sampel berwarna coklat gelap Gelas kimia 4 sampel berwarna keruh |
|
2. |
Dimasukan masng masing sampel kedalam tabung
reaksi sebnayak 15 tetes , setelah itu masing-masing sampel dimasukan
pereaksi molish sebanyak 3 tetes aduk hingga rata . |
Pereaksi molish bertujuan untuk menunjukkan adanya
karbohidrat. |
Tabung reaksi 1 sampel berwarna ungu Tbaung reaksi 2 sampel berwarna ungu Tabung reaksi 3 sampel berwarna coklat gelap Tabung reaksi 4 sampel berwarna kuning gelap. |
|
3. |
Kemudian tambahkan masing-masing sampel H2SO4
sebanyak 1 ml . |
Tujuan diberi asam sulfat akan menghidrasi
karbohidrat membentuk furfural ,alfa naftanol bereaksi dengan furfural yang
akan membentuk senyawa ungu. |
Tabung reaksi 1 tebentuk cicin ungu . Taung reaksi 2 terbentuk dua lapisan, lapisan atas
berwarna ung dan lapisan bawah berwarna kuning , dan terdapat bentuk cicin
yang menaddakan karnohidrat. Tabung reaksi 3 terbentuk 3 lapisan . lapisan atas
berwarna coklat keruh lapisan tengah ungu,lapisan bawah berwarna bening. Tabung reaksi 4 terbentuk 3 lapisan lapisan bawah
berwarna bening ,lapisan tengah berwarna dan lapisan atas berwarna
coklat gelap. |
8.2
Uji Iodin
|
NO. |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1 |
Disiapkan
5 tabung reaksi dan dimasukkan masing-masing sampel sebanyak 5 ml amilum glukosa laktosa sukrosa fruktosa |
Untuk
memudahkan menguji sampel tersebut ada tidaknya karbohidrat |
Tabung
reaksi 1 (amilum berwarna bening ) Tabung
reaksi 2 ( glukosa berwarna bening ) Tabung
reaksi 3 (laktosa berwarna bening ) Tabung
reaksi 4 (sukrosa berwarna bening ) Tabung
reaksi 5 (fruktosa berwarna bening) |
|
2 |
Kemudian
ditambahkan larutan iodin sebanyak 3 tetes ke dalam masing-masing
sampel, lalu diaduk |
Larutan
iodin bertujuan untuk menunjukkan adanya karbohidrat |
Tabung
reaksi 1 (amilum berwarna ungu pekat) Tabung
reaksi 2 (glukosa berwarna kuning bening ) Tabung
reaksi 3 (laktosa berwarna kuning keemasan ) Tabung
reaksi 4 (sukrosa berwarna kuning keemasan ) Tabung
reaksi 5 (Fruktosa berwarna kuning keemasan ) |
8.3
Uji Benedict
|
NO. |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Disiapkan
2 tabung reaksi yang masing-masing dimasukkan dengan benedict ± 3
ml |
Untuk
persiapan pengujian benedict |
Larutan
benedict berwarna biru |
|
2. |
-
Tabung 1 ditambahkan pereaksi glukosa ± sebanyak 1 ml -
Tabung 2 ditambahkan pereaksi Gom Arap ± sebanyak 1 ml |
Untuk
mengetahui golongan karbohidrat yang dapat mereduksi |
-Tabung
1 : larutan berwarna biru muda -Tabung
2 : larutan berwarna biru muda |
|
3. |
Kemudian
dimasukkan tabung reaksi 1 dan tabung reaksi 2 ke penangas air ± selama 5
menit |
Untuk
menguji keberadaan pereduksi dalam sampel Untuk
mempercepat terjadinya reaksi sehingga akan cepat mengalami perubahan warna |
-Tabung
reaksi 1 : larutan berwarna merah bata -Tabung
reaksi 2 : tidak terjadi perubahan warna (larutan tetap berwarna biru muda) |
VIII.
Pembahasan
8.1
Uji Molisch
Pada
percobaan ini, kami menganalisis video percobaan uji karbohidrat dengan
menggunakan uji molisch. Dimana, pereaksi molisch ini merupakan larutan
α-naftol 5% dalam alkohol. Dalam uji karbohidrat ini, dilakukan uji pada
beberapa bahan, yaitu terasi, otot bandeng, ikan bandeng, dan ikan rebus.
Adapun hal pertama yang dilakukan yaitu digerus masing-masing bahan dengan
menggunakan mortal lalu ditambahkan air aquades. Dimana, digunakannya mortal
yaitu untuk memperhalus dan aquades digunakan untuk melarutkan sampel.
Hasilnya, mula-mula gelas kimia 1 (terasi) sampel berwarna coklat susu, gelas
kimia 2 (otot bandeng) sampel berwarna bening, gelas kimia 3 (ikan bandeng)
sampel berwarna coklat gelap dan gelas kimia 4 (ikan rebus) berwarna keruh.
Tahap
selanjutnya, dimasukan masng masing sampel kedalam tabung reaksi sebnayak 15
tetes , setelah itu masing-masing sampel dimasukan pereaksi molish sebanyak 3
tetes aduk hingga rata. Pereaksi molish ini digunakan untuk menunjukkan adanya
karbohidrat pada sampel. Adapun hasil yang didapatkan yaitu tabung reaksi 1
sampel berwarna ungu, tabung reaksi 2 sampel berwarna ungu, tabung reaksi 3
sampel berwarna coklat gelap dan tabung reaksi 4 sampel berwarna kuning gelap.
Setelah
ditambahkan pereaski molisch, selanjutnya ditambahkan masing-masing sampel
dengan H2SO4 sebanyak 1 ml. Adapun tujuan ditambahkannya asam
sulfat akan menghidrasi karbohidrat membentuk furfural ,alfa naftanol bereaksi
dengan furfural yang akan membentuk senyawa ungu. Hasil yang didapatkan yaitu
tabung reaksi 1 tebentuk cincin ungu , tabung reaksi 2 terbentuk dua lapisan
dimana lapisan atas berwarna ungu dan lapisan bawah berwarna kuning , dan
terdapat bentuk cicin yang menandakan adanya kandungan karbohidrat, tabung
reaksi 3 terbentuk 3 lapisan . lapisan atas berwarna coklat keruh lapisan
tengah ungu,lapisan bawah berwarna bening dan tabung reaksi 4 terbentuk 3
lapisan lapisan bawah berwarna bening ,lapisan tengah berwarna ungu dan lapisan
atas berwarna coklat gelap.
Dari
beberapa uji molisch terhadap beberapa bahan diatas, dapat diketahui bahwasanya
baik terasi, otot bandeng, ikan bandeng dan ikan rebus mengandung karbohidrat.
Menurut literatur, warna violet atau ungu yang terbentuk merupakan tanda bahwa
sampel tersebut positif mengandung karbohidrat. Adanya batas lapisan yang
terbentuk pada tabung reaksi dimana lapisan tengahnnya berwarna ungu dapat
terjadi dikarenakan terjadi reaksi antara furfural dengan alfa naftol.
8.2
Uji Iodin
Pada
percobaan ini, kami menganalisis video percobaan uji karbohidrat dengan
menggunakan uji iodin. Dimana, uji iod ini menggunakan pelarut iodin. Umumnya,
uji iodin ini digunakan untuk mengetahui sampel mana yang termasuk
monosakarida, disakarida ataupun polisakarida. Dalam uji karbohidrat ini,
dilakukan uji pada beberapa sampel yaitu amilum, glukosa, laktosa, sukrosa dan
fruktosa. Adapun hal pertama yang dilakukan yaitu disiapkan 5 tabung reaksi dan
dimasukkan masing-masing sampel sebanyak 5 ml. Mula mula pada tabung
reaksi 1 (amilum) berwarna bening , tabung reaksi 2 ( glukosa) berwarna bening
, tabung reaksi 3 (laktosa) berwarna bening, tabung reaksi 4 (sukrosa) berwarna
bening dan tabung reaksi 5 (fruktosa) berwarna bening.
Tahap
selanjutnya, ditambahkan larutan iodin sebanyak 3 tetes ke
dalam masing-masing sampel, lalu diaduk. Dimana, larutan iodin
bertujuan untuk menunjukkan adanya karbohidrat. Hasil yang didapatkan yaitu
pada tabung reaksi 1 (amilum) berwarna ungu pekat, tabung reaksi 2 (glukosa)
berwarna kuning bening, tabung reaksi 3 (laktosa) berwarna kuning keemasan,
tabung reaksi 4 (sukrosa) berwarna kuning keemasan dan tabung reaksi 5
(fruktosa) berwarna kuning keemasan. Dari hasil percobaan diatas,
sampel amilum menghasilkan warna ungu pekat. Secara teori, bila pati (amilum)
berikatan dengan iodin maka akan membentuk senyawa kompleks yang berwarna biru.
Tetapi, jika didalam sampel itu kandungan amilumnya banyak maka dihasilkan
warna ungu pekat yang menandakan bahwa sampel termasuk golongan polisakarida.
8.3
Uji Benedict
Pada
percobaan ini, kami menganalisis video percobaan uji karbohidrat dengan
menggunakan uji benedict. Umumnya, uji benedict ini digunakan untuk mengetahui
sampel kandungan gula (karbohidrat) pereduksi Dimana, gula pereduksi meliputi
monosakarida dan disakarida seperti maltosa dan laktosa. Dalam uji karbohidrat
ini, dilakukan uji pada larutan glukosa. Adapun hal pertama yang dilakukan
yaitu disiapkan 2 tabung reaksi yang masing-masing dimasukkan dengan
benedict ± 3 ml dimana dihasilkan larutan benedict
berwarna biru.
Tahap
selanjutnya, pada tabung 1 ditambahkan pereaksi glukosa ± sebanyak 1 ml sedangkan
pada tabung 2 ditambahkan pereaksi gom arap ± sebanyak 1 ml. Dimana, uji
ini dilakukan untuk mengetahui golongan karbohidrat yang merupakan gula
pereduksi. Adapun hasil yang didapat yaitu pada tabung 1 larutan berwarna biru
muda dan tabung 2 juga larutan berwarna biru muda. Oleh karena itu,
dilakukan pemanasan dengan dimasukkan tabung reaksi 1 dan tabung reaksi 2
ke penangas air ± selama 5 menit. Pemanasan ini dilakukan untuk mempercepat
terjadinya reaksi sehingga akan cepat mengalami perubahan warna. Hasil yang
didapatkan yaitu tabung reaksi 1 larutan berwarna merah bata dan tabung
reaksi 2 tidak terjadi perubahan warna (larutan tetap berwarna biru muda).
Dari
hasil percobaan diatas, dapat diketahui bahwasanya sampel mengandung gula
pereduksi yang ditunjukkan dengan larutan berwarna merah bata. Menurut
literature, pada uji benedict, pereaksi yang digunakan merupakan kuprisulfat,
natrium karbonat dan natrium sulfat yang dapat mereduksi ion Cu2+ dari
kuprisulfat menjadi ion Cu+ yang akan mengendap sebagai Cu2O. Dimana,
natrium karbonat dan natrium sitrat membuat pereaksi benedict ini bersifat basa
lemah. Larutan tembaga yang basa apabila diredukasi oleh karbohidrat yang
memiliki gugus aldehid atau keton bebas akan membentuk CuO. Endapan yang
terbentuk itu dapat berwarna hijau kebiruan, hijau dan kuning tergantung dengan
konsentrasi karbohidrat yang diperiksa. Pada golongan monosakarida, pereduksi
ditandai dengan terbentuknya endapan warna merah bata.
IX.
Pertanyaan Pasca Praktikum
- Pada uji molisch, Setelah ditambahkan pereaski molisch, selanjutnya ditambahkan masing-masing sampel dengan H2SO4 sebanyak 1 ml. mengapa demikian?
- Endapan yang terbentuk itu dapat berwarna hijau kebiruan, hijau dan kuning tergantung dengan konsentrasi karbohidrat yang diperiksa. Mengapa demikian?
- Pada uji benedict apa yang mempengaruhi banyak dan tidaknya endapan yang tebentuk?
X.
Kesimpulan
Dari
percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan :
- Karbohidrat terdiri dari 3 golonngan, yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida.
- Adapun sifat fisis dari monosakarida dan disakarida serta beberapa polisakarida larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut organic.
- Adapun pereaksi yang digunakan dalam uji ini yaitu pereaksi molisch, pereaksi iod dan pereaksi benedict.
- Adapun hasil yang didapatkan pada uji karbohidrat ini yaitu pada uji molich positif mengandung karbohidrat bila terbentuk warna violet atau ungu pada tabung reaksi, pada uji iod, positif mengandung amilum (polisakarida) bila berwarna biru atau ungu pekat dan pada uji benedict positif monosakarida (glukosa) bila terbentuk larutan berwarna merah bata.
XI.
Daftar Pustaka
Amrida,2011.
Amrida, 2011. Penetapan Karbohidrat metode iodin. Jakarta: Erlangga.
Fiah.
2013. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga.
Haris,2013.
Karbohidrat. Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol. 13: No.2.
Hidayanto.
2013. ANALISIS SENYAWA KIMIA PADA KARBOHIDRAT: Jurnal Sainteks. Vol.17:No.1.
Sirajuddin
dan Najamuddin, 2011. Studi Awal Pemisahan Amilosa dan Amilopektin Pati
Singkong Dengan Fraksinasi Butanol–Air. Jurnal Sains Dan Teknologi Farmasi, 12,
21.

Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 1.
BalasHapusMenurut saya penambahan H2SO4 tersebut untuk menghidrasi karbohidrat membentuk furfural ,alfa naftanol bereaksi dengan furfural yang akan membentuk senyawa ungu.
Baikalah saya Firda Oetary (021) akan mencoba menjawab permasalahan saudari no 2 .
BalasHapusfaktor yang mempengaruhi kecepatan reduksi adalah molaritas artinya makin besar molaritas glukosa kecepatan mereduksinya makin cepat begitu juga sebaliknya begitu juga dengan endapan yang terbentuk makin besar molaritas glukosa makin banyak endapan.
Terima kasih.
3. Menurut saya yang menentukan banyak atau tidaknya terbentuk endapan yaitu banyak nya sampe yang akan diuji dan juga kadar dari larutan Benedict nya sendiri.
BalasHapus