LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 13 “Uji Lemak”

 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN  13

“Uji Lemak” 

 

DUSUSUN OLEH :

WISLIANA

(A1C118060)

DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSULRIZAL . M,Si
               
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020

VII. Data Pengamatan

No

Perlakuan

Tujuan

Hasil

1.

Pada tabung reaksi 1, dimasukkan 5 tetes minyak Ke dalam tabung reaksi kemudian ditambah 2 ml aquades. Lalu  dikocok tabung reaksi selama 1 menit

 

 

 

 

 

Untuk mengetahui adanya emulsi pada lemak

larutan  berwarna putih keruh

2.

Pada tabung reaksi 2, dimasukkan 5 tetes minyak kedalam tabung reaksi, kemudian ditambah larutan sabun sebanyak 2 ml. kemudian dikocok selama 1 menit.

 larutan berwarna putih susu.

3.

Pada tabung teaksi 3, dimasukan 5 tetes minyak, kemudian tambahkan putih telur sebanyak 2ml, lalu di kocok selama 1 menit.

larutan berwarna putih kekuningan di bagian bawah dan putih susu di bagian atas.

4.

Pada tabung reaksi 3, dimasukkan 5 tetes minyak, kemudian tambahkan santan sebanyak 2ml. kemudian dikocok selama 1 menit

larutan berwarna putih susu.

 

 

VIII. Pembahasan

Lemak adalah salah satu komponen makanan multifungsi yang sangat penting untuk kehidupan. Selain memiliki sisi positif, lemak juga mempunyai sisi negatif terhadap kesehatan. Fungsi lemak dalam tubuh antara lain sebagai sumber energi, bagian dari membran sel, mediator aktivitas biologis antar sel, isolator dalam menjaga keseimbangan suhu tubuh, pelindung organorgan tubuh serta pelarut vitamin A, D, E, dan K.

Asam lemak disebut juga asam alkanoat atau asam karboksilat. Secara umum rumus molekulnya adalah CnH2nO2 dan rumus umumnya adalah R-COOH dan rumus bangunnya adalah mempunyai gugus fungsi R-C-OH. Klasifikasi asam lemak terdiri dari 2 bagian: yaitu asam lemak jenuh (saturated) dan asam lemak tak jenuh (unsaturated).

     Pada percobaan uji asam lemak ini, kami menganalisis sebuah video percobaan uji lemak dengan menggunakan uji pembentukan emulsi pada lemak. Dimana, emulsi merupakan suatu campuran yang terdiri dari zat yang tidak homogen (bercampur) seperti minyak dan air. Pada percobaan ini, digunakan minyak dan beberapa larutan lain yang digunakan dalam percobaan ini, yaitu larutan sabun, putih telur, santan dan aquades. Adapun hal pertama yang dilakukan yaitu pada tabung reaksi 1, dimasukkan 5 tetes minyak, kemudian ditambah 2 ml aquades. Lalu  dikocok tabung reaksi selama 1 menit. Dimana tujuan dilakukannya pengocokan ini dilakukan untuk menghomogenkan larutan agar dapat diketahui apakah emulsi terbentuk pada campuran tersebut. Adapun hasil yang didapatkan yaitu larutan  berwarna putih keruh.

     Tahap selanjutnya pada tabung reaksi 2, dimasukkan 5 tetes minyak kedalam tabung reaksi, kemudian ditambah larutan sabun sebanyak 2 ml. kemudian dikocok selama 1 menit. Hasil yang didapatkan yaitu larutan berwarna putih susu. Lalu, pada tabung teaksi 3 dimasukan 5 tetes minyak, kemudian tambahkan putih telur sebanyak 2ml, lalu di kocok selama 1 menit. Adapun hasil yang didapatkan yaitu larutan berwarna putih kekuningan di bagian bawah dan putih susu di bagian atas. Kemudian pada tabung terakhir, dimasukkan 5 tetes minyak, kemudian tambahkan santan sebanyak 2ml. kemudian dikocok selama 1 menit. Hasil yang didapatkan yaitu larutan berwarna putih susu.

      Dari hasil yang didapat, pada tabung 1 campuran minyak dan air didapatkan hasil larutan berwarna putih keruh. Menurut teori, minyak bersifat non polar sedangkan air bersifat polar. Sehingga, apabila dicampurkan kedua larutan tersebut tidak dapat bercampur, maka emulsi yang dihasilkan tidak stabil. Begitu pula pada tabung 3 dengan penambahan putih telur yang memiliki kandungan protein sehingga bersifat polar. Ketika minyak dan putih telur dicampurkan maka kedua campuran ini tidak dapat bercampur. Hal ini sesuai dengan hasil analisis video yang didapatkan dimana dihasilkan yaitu larutan berwarna putih kekuningan di bagian bawah dan putih susu di bagian atas. Sedangkan, pada tabung ke 2 yang berisi minyak dan larutan sabun serta tabung ke 4 yang berisi minyak dan santan dihasilkan larutan berwarna putih, sehingga terlihat bahwa emulsi yang dihasilkan merupakan emulsi yang stabil. Menurut literature, penambahan zat tersebut dapat menghasilkam emulsi yang stabil dikarenakan larutan tersebut mampu menurunkan tegangan permukaan antara kedua fasa cairan yang biasanya disebut agen pengemulsi. Sehingga, pada analisis video yang kami amati ini terlihat campuran yang dihasilkan pada tabung 2 dan ke 4 itu adalah larutan yang warnanya putih.

IX. Pertanyaan Pasca Praktikum

  1. Mengapa pada prosedur tabel yang ketiga, terdapat larutan berwarna putih kekuningan di bagian bawah dan putih susu di bagian atas?
  2. Apa yang menandakan adanya emulsi pada lemak?
  3. Faktor-faktor yang bagaimanakah yang harus kita perhatikan dalam proses uji pembentukan asam lemak ini sehingga hasil uji yang nanti kita peroleh itu sesuai dengan literature ?

X. Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan :

  1. Lipid tidak larut dalam air namun dapat larut dalam zat pelarut non polar seperti eter, kloroform,dan benzene. Lipid ini bersifat non polar atau hidrofobik. Dimana, penyusun utama lipid ini adalah trigliserid, yaitu ester gliserol dengan tiga asam lemak yang dapat beragam.
  2. Adapun reaksi penyabunan pada lemak maupun minyak dapat ditulis sebagai:2C17H35COONa + H22C17H35COO- + NaOH

XI. Daftar Pustaka

Fennema OR. Food chemistry. 3 ed. USA: Marcel Dekker. Inc; 1996.p.9- 22.

Gusti. 2016. Pengukuran Tingkat Kadar Lemak Tubuh Melalui Jigging Selama 30 Menit Mahasiswa Putra Semester IV FPOK IKIP PGRI : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Volume 1 : Hal. 89 ± 98. ISSN : 2337 ± 9561.

Hart, H. 2004. Kimia Organik: Suatu Kuliah Singkat, Edisi Ke Sebelas. Jakarta: Erlangga.

Mayes PA. 2003. Biosintesis asam lemak. In: Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW, editors. Biokimia. Jakarta.

Maulinda, dkk. 2017. Hidrolisis Asam Lemak Dari Buah Sawit Sisa Sortiran: Jurnal Teknologi Kimia Unimal 6 : 2.

 

Komentar

  1. 3. Menurut saya faktor-faktor nya yaitu proses penggabungan atau pengocokan kedua bahan atau sampel yang akan diuji dan juga sifat atau jenis dari sampel.yang digunakan baik polar atau non polarnya.terimakasih.

    BalasHapus
  2. 1. Menurut saya hal itu dikarenakan adanya perbedaan sifat senyawa nya yaitu polar dan non polar,itulah yang menyebabkan adanya perbedaan warna pada larutan seperti yang terdapat pada tabel ketiga warna kuning itu merupakan warna dari minyak sedangkan yang warna putih itu ialah busa dari putih telur.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Kelantan (023) akan menjawab permasalahan no.2

    Yang menandakan terjadinya emulsi pada uji lemak yaitu terbentuknya 2 lapisan pada larutan yang disebabkan perbedaan sifat dari larutan yang dicampurkan yaitu larutan yang bersifat polar (air) dan larutan nonpolar (minyak).

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 12 “Uji Asam Amino dan Protein”

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 11 “Uji Karbohidrat”

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 12 “Uji Asam Amino dan Protein”